Polymorphisme
"Polimorfisme: Terjadinya bentuk yang berbeda, tahapan, atau jenis dalam organisme individu atau organisme dari spesies yang sama, terlepas dari variasi seksual". [1]
Kedua definisi bila dikombinasikan menimbulkan serangan sangat berpotensi berbahaya pada sistem komputer. Sebuah virus polimorfik adalah salah satu yang mereplikasi sendiri untuk menghasilkan klon operasional, tapi dengan kode sumber yang berbeda untuk masing-masing misalnya, untuk menghindari deteksi oleh aplikasi anti-virus. Polimorfisme dapat dianggap sebagai salah satu gagasan kunci di belakang teori Darwin tentang "Survival dari Fittest" di alam. Kebanyakan sistem konvensional mengikuti hukum alam, hukum-hukum ini memiliki wilayah yang tumpang tindih di berbagai bidang ilmu. Dengan demikian, kita menemukan persimpangan antara biologi dan ilmu komputer di bidang virus komputer polimorfik. Polimorfisme sama sekali tidak ada dari aplikasi komputer tradisional yang bertindak sebagai tuan rumah bagi virus komputer. Di alam, proses mutasi akan memastikan bahwa dalam kebanyakan kasus setidaknya beberapa dari host dari organisme virus atau bakteri penyakit entah bagaimana bertahan hidup dan membawa spesies ke generasi berikutnya dengan gen kuat, sedangkan bakteri atau virus akan berevolusi lebih lanjut untuk menyerang dengan sepenuh hati bahkan lebih pada generasi berikutnya untuk mempertahankan hidup spesies mereka. Jadi, ini semacam proses jungkat-jungkit adalah proses konstan di alam. Namun, karena gaya saat ini program komputer, sesuai dengan "baik" praktek-praktek rekayasa perangkat lunak, ini bertentangan dengan proses alam yang menjamin keberlanjutan dari suatu spesies. Pengembang diminta untuk menulis kode dari kerangka yang telah ada. Jika kerangka kerja ini memiliki kekurangan di dalamnya, semua program masa depan yang mewarisi fitur dari mereka juga akan mengandung cacat. Dalam istilah biologi ini akan sama dengan gen lemah dalam orangtua bisa membuat semua generasi mendatang yang rentan terhadap gangguan. Fakta ini telah sangat baik diterima dan dilaksanakan oleh para penulis virus, sedangkan programmer mengabaikan mereka untuk tetap inline dengan menulis kode yang baik dan mudah dibaca.
Polymorphic virus komputer di deteksi kekalahan negara tidak aktif oleh scanner pencocokan pola sederhana. Kode virus polimorfik menggabungkan keacakan [3], obfuscation kode [4] dan kompleksitas untuk melawan scanner ini. Memproduksi beragam salinan itu sendiri.
Pada bagian berikutnya kita akan membahas sejarah polimorfisme dalam virus komputer, teknik-teknik yang digunakan untuk mencapai polimorfisme dan beberapa-langkah penanggulangan yang dapat digunakan untuk mengandung virus polimorfik.
INHERITANCE
Inheritanceatau pewarisan pada pemrograman berorientasi objek merupakan suatu hubungan dua buah kelas atau lebih. Dalam hal ini ada kelas yang memiliki atribut dan metode yang sama dengan kelas lainnya beserta atribut dan metode tambahan yang merupakan sifat khusus kelas yang menjadi turunannya. Sebagai contoh, misalkan ada sebuah kelas Titik yang mempunyai kelas turunan Titik3D:
class Titik
private integer x
private integer y
Titik()
x < 0
y < 0
{end Titik}
public getX() -> integer
-> x
{end getX}
public getY() -> integer
-> y
{end getY}
{end class}
class Titik3D: Titik
private integer z
Titik3D()
z <- 0
{end Titik3D}
public getZ() -> integer
-> z
{end getZ}
{end class}
Keterkaitan antara kelas Titik dan Titik3D adalah kelas Titik3D merupakan kelas turunan dari kelas Titik. Dalam hal ini kelas Titik disebut dengan kelas dasar atau super classatau base classsedangkan kelas Titik3D disebut sebagai kelas turunan atau derived classatau subclass.
Pada contoh di atas, ketika kelas Titik3D dibuat objeknya maka objek tersebut dapat menggunakan metode yang ada pada kelas Titik walau pada kode programnya metode itu tidak dituliskan, misalkan sebagai berikut:
Titik3D p <- new Titik3D()
integer x <- p.getX()
integer y <- p.getY()
integer z <- p.getZ()
Keuntungan dari pewarisan adalah tidak perlu mengutak atik kode kelas yang membutuhkan tambahan atribut atau metode saja, karena tinggal membuat kelas turunannya tanpa harus mengubah kode kelas dasarnya. Kelas dasar akan mewariskan semua atribut dan kodenya kecuali konstruktor dan destruktor yang memiliki izin akses publicdan protectedke kelas turunannya dengan izin akses yang sama dengan pada kelas dasar.
Ketika sebuah kelas turunan dibuat objeknya saat eksekusi, maka secara implisit konstruktor kelas dasar dipanggil terlebih dahulu baru kemudian konstruktor kelas turunan dijalankan. Begitu juga saat objek dimusnahkan maka secara destruktor kelas turunan akan dijalankan baru kemudian destruktor kelas dasar dijalankan.
Enkapsulasi
Enkapsulasi adalah suatu cara untuk menyembunyikan informasi detail dari suatu class. Dua hal yang mendasar dalam enkapsulasi yakni :
• Information hiding.
• Interface to access data.
Information hiding
Sebelumnya kita dapat mengakses anggota class baik berupa atribut maupun method secara langsung dengan menggunakan objek yang telah kita buat. Hal ini dikarenakan akses kontrol yang diberikan kepada atribut maupun method yang ada di dalam class tersebut adalah 'public'. Kita dapat menyembunyikan informasi dari suatu class sehingga anggota class tersebut tidak dapat diakses dari luar, caranya adalah hanya dengan memberikan akses kontrol 'private' ketika mendeklarasikan atribut atau method. Proses ini disebut dengan information hiding.
Interface to access data
Jika kita telah melakukan information hiding terhadap suatu atribut pada suatu class, lalu bagaimana cara melakukan perubahan terhadap atribut yang kita sembunyikan tersebut, caranya adalah dengan membuat suatu interface berupa method untuk menginisialisasi atau merubah nilai dari suatu atribut tersebut.
Implementasi UML
Berikut ini kita akan coba untuk lebih memahami penggunaan konsep enkapsulasi dengan mengimplementasikan UML berikut :
UML Vehicle class with no hiding
Vehicle class berisi atribut yang mempunyai modifier public(+), sehingga TestVehicle1 sebagai test program mempunyai akses langsung terhadap atribut pada Vehicle.
Listing program - Vehicle.java
public class Vehicle{
public double load, maxLoad;
public Vehicle (double maxLoad){
maxLoad = maxLoad + load;
}
public double getLoad(){
return load;
}
public double getMaxLoad(){
return maxLoad;
}
}
Listing program - TestVehicle.java
public class TestVehicle{
public static void main(String[] args){
System.out.println("Creating a vehicle with a 10,000kg maximum load.");
Vehicle vehicle = new Vehicle(10000.0);
System.out.println("Add box #1 (500kg)");
vehicle.load = vehicle.load + 500.0;
System.out.println("Add box #2 (250kg)");
vehicle.load = vehicle.load + 250.0;
System.out.println("Add box #3 (5000kg)");
vehicle.load = vehicle.load + 5000.0;
System.out.println("Add box #4 (4000kg)");
vehicle.load = vehicle.load + 4000.0;
System.out.println("Add box #4 (300kg)");
vehicle.load = vehicle.load + 300.0;
System.out.println("Vehicle load is = " +vehicle.getLoad() + "kg");
}
}
Compile Vehicle.java dan TestVehicle.java lalu jalankan TestVehicle.java. Seharusnya akan keluar tampilan sebagai berikut :
Analisa program
Kita lihat bahwa pada output program tersebut kita menginisialisasi batas maximum load 10,000 kg,
Vehicle vehicle = new Vehicle(10000.0);
akan tetapi dengan memberikan akses kontrol / modifier public pada atribut class Vehicle
public double load, maxLoad;
kita dapat mengakses langsung atribut class yang seharusnya perlu diberi pengecekan agar tidak sampai melebihi maxload
vehicle.load = vehicle.load + 500.0;
maka dapat mengakibatkan masalah(trouble) yakni batas maximum load yang kita buat tidak berpengaruh apapun sehingga terdapat penambahan boxes yang melebihi kapasitas(10050.0kg) dikaernakan tidak ada pengecekan kapasitas maksismum.
UML Vehicle class with hiding
Vehicle class berisi atribut yang mempunyai modi_er public, sehingga TestVehicle1 sebagai test program mempunyai akses langsung terhadap atribut pada Vehicle.
Listing program - Vehicle.java
public class Vehicle1{
private double load, maxLoad;
public Vehicle1 (double max){
this.maxLoad = max;
}
public double getLoad(){
return this.load;
}
public double getMaxLoad(){
return this.maxLoad;
}
public boolean addBox(double weight){
double temp = 0.0D;
temp = this.load + weight;
if(temp <= maxLoad){
this.load = this.load + weight;
return true;
}
else{
return false;
}
}
}
Listing program - TestVehicle.java
public class TestVehicle1{
public static void main(String[] args){
System.out.println("Creating a vehicle with a 10,000 kg maximum load.");
Vehicle1 vehicle = new Vehicle1(10000);
System.out.println("Add box #1 (500kg) : " + vehicle.addBox(500));
System.out.println("Add box #2 (250kg) : " + vehicle.addBox(250));
System.out.println("Add box #3 (5000kg) : " + vehicle.addBox(5000));
System.out.println("Add box #4 (4000kg) : " + vehicle.addBox(4000));
System.out.println("Add box #5 (300kg) : " + vehicle.addBox(300));
System.out.println("Vehicle load is " +vehicle.getLoad() + "kg");
}
}
Compile Vehicle1.java dan TestVehicle1.java lalu jalankan TestVehicle1.java. Maka akan keluar tampilan sebagai berikut :
Analisa program
Kita lihat bahwa pada output program tersebut pada penambahan box ke-5 terjadi kelebihan kapasitas maksimal sehingga method addBox mengembalikan nilai false, dalam arti bahwa terjadi penolakan terhadap penambahan box ke 5.
Selasa, 13 April 2010
Senin, 26 Oktober 2009
Merokok

Inner Power. Kayaknya sih, sampai hari ini blom ditemukan dampak bagus dari merokok kecuali bagi produsen dan pedadangnya. Meskipun sudah banyak himbauan dan peringatan akan bahayanya, tetapi tetap saja kita orang pada merokok. Alasannya untuk mendapatlan kenikmatan. Bukannya masih ada cara lain yang lebih aman untuk memacu otak dan mendapatkan kenikmatan di luar kebiasaan merokok?
Tar, Nikotin, zat dan gas kimia yang dikandung rokok sudah menjadi rahasia umum berpotensi membenihkan sekian penyakit. Di bungkusnya saja sudah ada peringatannya. Lagian komposisi bahan kimia yang ditambahkan untuk menambah laju masuknya nikotin ke otak (agar rasa nikmat lebih cepat terasa) berpotensi membahayakan perokok itu sendiri.
Saat ini di pasaran emang banyak ditemui rokok “Mild” atau “Rokok Ringan” yang mengklaim memiliki kandungan Tar dan Nikotin lebih rendah. Tetapi tetap saja gas yang ditimbulkan sebagai efek samping merokok berpotensi membahayakan bagi si perokok (aktif) dan bagi orang disekitamya (pasif).
Banyak terdapat penyakit kaum perokok. Menurut penelitian ada 10 tipe kanker yang disebabkan oleh rokok. Nah lo. Selain itu disebutkan juga bahwa pria perokok akan meninggal 13,2 tahun lebih muda dibandingkan yang bukan perokok sedangkan wanita perokok meninggal 14,5 tahun lebih muda.
Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, pita suara dan esofagus. Wanita perokok memiliki kemungkinan 13 kali lebih tinggi kena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok. Sedangkan pria perokok 23 kali lebih tinggi terkena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok.
Kanker perut dan lambung, kanker ginjal, kanker pankreas, bila fatal dapat menyebabkan diabetes mellitus I kencing manis, kanker leher rahim, kangker darah/Leukemia. Weleh!
Perokok beresiko 3 kali lebih tinggi menderita katarak yang dapat menyebabkan kebutaan. Rokok dapat menjadi penyebab utama terjadinya stroke dan kerusakan otak. Perokok beresiko 10 kali lebih tinggi menderita periodontitis (gusi terbakar yang mengarah ke infeksi) sehingga dapat merusak jaringan halus dari tulang.
Dampak lainnya dapat terjadi pneumonia, bronchitis, asthma, batuk kronis, gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, dan stroke. Kemandulan, bayi lahir prematur, bayi lahir berat badan kurang (BBLR) dan ganguan pernapasan. Keren keren namanya ya, Bro?
Untuk mencegah dampak buruk dari masuk dan tertimbunya bahan berbahaya rokok ke dalam saluran pernapasan, sebaiknya perokok mengkonsumsi sumber sumber Chlorophyl dan antioxidan secara teratur. Tidak lupa tentunya saran yang paling tepat adalah mulai berubah, mengurangi, dan menghilangkan kebiasaan hidup yang kurang baik seperti merokok.
bahaya-merokok
Merokok menambah devisa negara

Dinegara kita, suatu Peraturan bukan untuk ditaati tetapi sering kali untuk dilanggar.
Meskipun di Jakarta dan kota-kota lain sudah ada larangan merokok di tempat-tempat umum dengan ancaman sangsi denda, tetapi yang merokok masih banyak. Tidak peduli, karena yang petugas mengawasi juga masih sedikit.
Kalau seorang Dokter yang seharusnya memberi teladan untuk tidak merokok, bahkan terang-terangan merokok di depan pasien ketika sedang periksa pasiennya. Ini juga luar biasa.
1. Ketika masih mahasiswa saya mengantar adik saya yang Postmastoidectomy ( semacam operasi di daerah Telinga ) kontrol kepada Dr.THT di kota B. Begitu masuk Ruang Periksanya, ya ampun... penuh asap rokok. Ruangan ber-AC kok ada yang merokok yang justeru Dokternya sendiri. Rupanya bau dari pus / nanah pasien-pasien OMP ( Radang Telinga ) tidak disenangi oleh Dokternya. Lalu ia me-masking bau itu dengan bau asap rokok yang juga tidak sedap. Mengapa ia tidak pasang Exhausted fan untuk sedot udara dalam Ruang Periksa dan buat Ventilasi dengan udara luar yang bersih asap. Udara di B tidak panas seperti Jakarta sehingga tidak perlu benar pakai AC. Cukup AC alam saja.
2. Pasien saya seorang Nenek 66 th ( penderita Ashma Bronchiale ) mengeluh ketika dalam perjalanan ia naik minibus Angkutan kota. Seorang pemuda dengan enaknya merokok di sebelah nenek ini. Ketika ditegur agar jangan merokok, ia malah mengembuskan asap rokok ke wajah Nenek tadi. Ashmanya langsung kambuh ngik-ngik.. Pemuda itu ketika tahu bahwa perbuatannya itu sudah membuat orang menderita, tanpa bilang ba atau bu, langsung turun dari Angkot tanpa bilang maaf. Gila benar. Dosanya bertambah satu lagi!
Pemerintah sudah membuat larangan merokok di tempat umum dengan setengah hati, sebab Pajak berupa Cukai Tembakau merupakan pemasukkan untuk meningkatkan Devisa R.I. Jadi susah. Tidak bisa tuntas.
Oleh karena itu kalau mahasiswa/i Fak. Kedokteran sudah merokok, bagaimana nanti kalau sudah jadi Dokter. Juga para Dokter tidak peduli / mau memberi teladan bagi orang
lain, maka beginilah jadinya.
Kalau kita menasehati mereka yang merokok, bukannya kita yang marah tetapi merekalah yang marah-marah. Dunia sudah terbalik. Dosa mereka bertambah satu lagi!
Faktor Keteladanan penting sekali agar rakyat banyak mencontoh perbuatan yang baik. Kalau Anggota DPR dll Pejabat melakukan Korupsi, maka rakyatpun akan berbuat yang sama. Maka tugas Tim KPK menjadi lebih banyak dan tidak selesai-selesai. Bagaimana negara kita mau maju, kalau masalah Merokok ini saja tidak dapat diatasi dengan baik. Sangat berbeda dengan negara-negara lain ( Australia, Singapore dll ). Rakyat disana mematuhi peraturan yang dibuat Pemerintah mereka dan sangsi bagi yang melanggar akan benar-benar dijalankan tanpa pandang bulu.
Tahun 1993, ketika kami melancong ke Singapore, di dalam setiap gerbong MRT ( Mass Rapid Transit ), kereta listrik, selalu terpampang tulisan “No smoking, unless you pay S$500” ( Dilarang merokok, kecuali anda bayar denda S$500 ). Dendanya tidak tanggung-tanggung besarnya. Saat itu nilai tukar adalah: Rp. 4.300,- untuk setiap S$1. Akibatnya tidak ada seorang penumpangpun yang berani merokok, setiap gerbong MRT bersih, udara segar dan sejuk ber-AC. Bila jarak yang ditempuh cukup jauh, mereka selalu membaca Koran / Buku yang mereka bawa masing-masing. Waktu sangat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan. Mereka sibuk membaca, tidak ada waktu untuk mencoret-coret dinding MRT, merokok atau perbuatan jelek lainnya. Luar biasa tertibnya. Saya pernah menulis artikel “Disiplin Singapore” pada Blog ini, ( 05/11/14 ). Bila ada waktu anda dapat membacanya. Siapa tahu bulan depan anda menang Undian / door price pergi melancong ke Singapore. Amin.
Di negara kita masih nayak yang merokok di tempat-tempat umum. Oleh karena itu tidak heran kalau kasus: Bronchitis chronica, TBC paru, Kanker Paru, Emphysema Pulmonum pada usia diatas 50 th banyak terjadi di negara kita. Frekwensi penyakit-penyakit tadi lebih banyak ditemukan pada perokok, terutama heavy smoker ( perokok berat ) dari pada orang yang bukan perokok.. Bila ini sudah terjadi maka it is too late. Sudah terlambat. Menyesal kemudian, tidak ada gunanya lagi. Penyakitnya dibuat sendiri dan resiko juga ditanggung sendiri.
Meskipun di Jakarta dan kota-kota lain sudah ada larangan merokok di tempat-tempat umum dengan ancaman sangsi denda, tetapi yang merokok masih banyak. Tidak peduli, karena yang petugas mengawasi juga masih sedikit.
Kalau seorang Dokter yang seharusnya memberi teladan untuk tidak merokok, bahkan terang-terangan merokok di depan pasien ketika sedang periksa pasiennya. Ini juga luar biasa.
1. Ketika masih mahasiswa saya mengantar adik saya yang Postmastoidectomy ( semacam operasi di daerah Telinga ) kontrol kepada Dr.THT di kota B. Begitu masuk Ruang Periksanya, ya ampun... penuh asap rokok. Ruangan ber-AC kok ada yang merokok yang justeru Dokternya sendiri. Rupanya bau dari pus / nanah pasien-pasien OMP ( Radang Telinga ) tidak disenangi oleh Dokternya. Lalu ia me-masking bau itu dengan bau asap rokok yang juga tidak sedap. Mengapa ia tidak pasang Exhausted fan untuk sedot udara dalam Ruang Periksa dan buat Ventilasi dengan udara luar yang bersih asap. Udara di B tidak panas seperti Jakarta sehingga tidak perlu benar pakai AC. Cukup AC alam saja.
2. Pasien saya seorang Nenek 66 th ( penderita Ashma Bronchiale ) mengeluh ketika dalam perjalanan ia naik minibus Angkutan kota. Seorang pemuda dengan enaknya merokok di sebelah nenek ini. Ketika ditegur agar jangan merokok, ia malah mengembuskan asap rokok ke wajah Nenek tadi. Ashmanya langsung kambuh ngik-ngik.. Pemuda itu ketika tahu bahwa perbuatannya itu sudah membuat orang menderita, tanpa bilang ba atau bu, langsung turun dari Angkot tanpa bilang maaf. Gila benar. Dosanya bertambah satu lagi!
Pemerintah sudah membuat larangan merokok di tempat umum dengan setengah hati, sebab Pajak berupa Cukai Tembakau merupakan pemasukkan untuk meningkatkan Devisa R.I. Jadi susah. Tidak bisa tuntas.
Oleh karena itu kalau mahasiswa/i Fak. Kedokteran sudah merokok, bagaimana nanti kalau sudah jadi Dokter. Juga para Dokter tidak peduli / mau memberi teladan bagi orang
lain, maka beginilah jadinya.
Kalau kita menasehati mereka yang merokok, bukannya kita yang marah tetapi merekalah yang marah-marah. Dunia sudah terbalik. Dosa mereka bertambah satu lagi!
Faktor Keteladanan penting sekali agar rakyat banyak mencontoh perbuatan yang baik. Kalau Anggota DPR dll Pejabat melakukan Korupsi, maka rakyatpun akan berbuat yang sama. Maka tugas Tim KPK menjadi lebih banyak dan tidak selesai-selesai. Bagaimana negara kita mau maju, kalau masalah Merokok ini saja tidak dapat diatasi dengan baik. Sangat berbeda dengan negara-negara lain ( Australia, Singapore dll ). Rakyat disana mematuhi peraturan yang dibuat Pemerintah mereka dan sangsi bagi yang melanggar akan benar-benar dijalankan tanpa pandang bulu.
Tahun 1993, ketika kami melancong ke Singapore, di dalam setiap gerbong MRT ( Mass Rapid Transit ), kereta listrik, selalu terpampang tulisan “No smoking, unless you pay S$500” ( Dilarang merokok, kecuali anda bayar denda S$500 ). Dendanya tidak tanggung-tanggung besarnya. Saat itu nilai tukar adalah: Rp. 4.300,- untuk setiap S$1. Akibatnya tidak ada seorang penumpangpun yang berani merokok, setiap gerbong MRT bersih, udara segar dan sejuk ber-AC. Bila jarak yang ditempuh cukup jauh, mereka selalu membaca Koran / Buku yang mereka bawa masing-masing. Waktu sangat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan. Mereka sibuk membaca, tidak ada waktu untuk mencoret-coret dinding MRT, merokok atau perbuatan jelek lainnya. Luar biasa tertibnya. Saya pernah menulis artikel “Disiplin Singapore” pada Blog ini, ( 05/11/14 ). Bila ada waktu anda dapat membacanya. Siapa tahu bulan depan anda menang Undian / door price pergi melancong ke Singapore. Amin.
Di negara kita masih nayak yang merokok di tempat-tempat umum. Oleh karena itu tidak heran kalau kasus: Bronchitis chronica, TBC paru, Kanker Paru, Emphysema Pulmonum pada usia diatas 50 th banyak terjadi di negara kita. Frekwensi penyakit-penyakit tadi lebih banyak ditemukan pada perokok, terutama heavy smoker ( perokok berat ) dari pada orang yang bukan perokok.. Bila ini sudah terjadi maka it is too late. Sudah terlambat. Menyesal kemudian, tidak ada gunanya lagi. Penyakitnya dibuat sendiri dan resiko juga ditanggung sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
